TINJAUAN KONSEP URBAN SPRAWL: KARAKTERISTIK, PENYEBAB, DAN DAMPAK TERHADAP LAHAN PERTANIAN
Keywords:
urban sprawl, lahan pertanian, konversi lahan, wilayah pinggiran kota, perencanaan tata ruangAbstract
Urban sprawl atau perkembangan kota yang tidak terkendali ke wilayah pinggiran telah menjadi fenomena global yang mengancam keberlanjutan lahan pertanian. Artikel review ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif konsep urban sprawl, karakteristiknya, faktor-faktor penyebab, serta dampaknya terhadap lahan pertanian berdasarkan studi literatur dari berbagai penelitian terdahulu. Metode penulisan menggunakan pendekatan sistematis dengan menelaah literatur dari jurnal terindeks, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa urban sprawl memiliki karakteristik berupa pola perkembangan yang tidak terencana, kepadatan rendah, dan cenderung mengikuti koridor transportasi dengan tipe ribbon development dan leapfrog development . Faktor penyebab urban sprawl meliputi pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, kebijakan tata ruang yang lemah, tingginya harga lahan di pusat kota, dan perilaku rumah tangga yang menginginkan rumah tinggal di pinggiran . Dampak urban sprawl terhadap lahan pertanian sangat signifikan, meliputi konversi lahan pertanian produktif, fragmentasi lahan, penurunan produksi pangan, dan ancaman terhadap ketahanan pangan . Di berbagai wilayah, urban sprawl telah menyebabkan hilangnya lahan pertanian subur yang sulit digantikan. Review ini merekomendasikan perlunya pengendalian urban sprawl melalui sinkronisasi RTRW antarwilayah, penegakan regulasi tata ruang yang konsisten, dan kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan .
Downloads
References
Andari, M. T., Pravitasari, A. E., & Anwar, S. (2022). Analisis Urban Sprawl sebagai Rekomendasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang untuk Pengembangan Lahan Pertanian di Kabupaten Karawang. IPB University.
Alemua, G. M., & Kombed, W. (2025). Sprawling cities, shrinking farmland: urban expansion and smallholder farmers in Sub-Saharan Africa. Taylor & Francis Online.
Al Farizy, A. A. (2023). Dampak Urban Sprawl Terhadap Produksi Padi di Kabupaten Tangerang Tahun 2010 – 2022. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.
European Environment Agency. (2006). Urban sprawl in Europe: The ignored challenge. EEA Report No. 10/2006. Copenhagen: European Environment Agency.
Galster, G., Hanson, R., Ratcliffe, M. R., Wolman, H., Coleman, S., & Freihage, J. (2001). Wrestling sprawl to the ground: defining and measuring an elusive concept. Housing Policy Debate, 12(4), 681-717.
Mekonnen, G. (2012). Urban Sprawl: Its Economic Impact On Hinterland Farmers. LAP LAMBERT Academic Publishing.
Menakanit, A., Davivongs, V., Naka, P., & Pichakum, N. (2022). Bangkok's Urban Sprawl: Land Fragmentation and Changes of Peri-Urban Vegetable Production Areas in Thawi Watthana District. Editura Universitară, 14(1), 59-78.
Oueslati, W. (2013). Final Report Summary - LUPUS (Land Use Processes and Urban Sprawl). CORDIS, European Commission.
Peshawar City District Study. (2012). Expansion of Built Up Area and Its Impact on Urban Agriculture: A Case Study of Peshawar-Pakistan. PASTIC.
Sri Gum Giyarsih, S. (2020). Ancaman Urban Sprawl, Pemerintah Harus Konsisten Laksanakan Aturan Penataan Ruang. BERNAS.id.
Weber, C., & Puissant, A. (2003). Urbanization pressure and modeling of urban growth: example of the Tunis Metropolitan Area. Remote Sensing of Environment, 86(3), 341-352.
Zhang, X., Liu, Y., & Xiao, X. (2024). Agricultural Land Use and Rural Development. MDPI - Multidisciplinary Digital Publishing Institute.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmiyati Modjo, Rahmawaty Amir Isa, Yulian Lamato, Prof. Dr. Nurdin, S.P, M.Si, Dr. Nurmi, SP.MP (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










