Pemanfaatan Sorgum sebagai Pakan Ternak dalam Bentuk Silase di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung

Authors

  • Sungkono Sungkono Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Surya Dharma Author
  • Fauziah Aryati Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Surya Dharma Author
  • Rita Rida Simamora Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Surya Dharma Author
  • Firza Afrina Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Surya Dharma Author
  • Suparman Suparman Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Surya Dharma Author
  • Ansyori Ansyori Universitas Satu Nusa Lampung Author
  • Yanto Yanto Universitas Satu Nusa Lampung Author
  • Didin Dianarafah Universitas Satu Nusa Lampung Author
  • Elly Rosnarita Universitas Satu Nusa Lampung Author

Keywords:

Gizi Pakan, Rumput, Sorgum.

Abstract

Salah satu masalah yang sangat mendasar bagi peternak rakyat di pedesaan Indonesia adalah penyediaan pakan bermutu tinggi.  Petani atau peternak umumnya mencari rumput setiap hari untuk pakan ternaknya (bahasa jawa : ngarit).  Sistem Ngarit setiap hari ini sangat merugikan peternak dan juga ternaknya.  Kerugian dari sisi peternak adalah curahan waktu yang sangat tinggi untuk ngarit atau mencari rumput setiap hari, sedangkan kerugian dari sisi ternak adalah rendahnya gizi pakan yang dikonsumsi karena rumput yang diperoleh tidak selalu sama setiap hari; hal ini menyebabkan pertumbuhan ternak yaitu penambahan berat badan per hari (average daily gain) tidak sama.  Hal ini menyebabkan produktivitas ternak di pedesaan masih rendah.  Sorgum adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan pertumbuhan yang sangat tinggi, terutama di daerah tropis basah.  Dalam satu hektar, biomassa tanaman sorgum dapat mencapai 50 ton/hektar dengan kandungan protein pada bijinya mencapai 11% (jagung 8,7%).  Selain itu, tanaman sorgum mempunyai ratun sehingga satu kali tanam dapat dipanen dua atau tiga kali. Dengan potensinya ini, sorgum dapat menjadi alternatif pakan ternak bermutu tinggi dengan harga yang murah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP (harga pokok produksi) tebon sorgum dalam bentuk green chop hanya Rp 150/kg sedangkan jika menggunakan tebon jagung mencapai Rp 350/kg. Silase adalah salah satu teknologi pengawetan bahan pakan dengan sistem fermentasi anaerob. Melalui teknologi silase, pakan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, bisa mencapai dua tahun.  Tujuan pengabdian ini adalah : 1) mengenalkan kepada petani akan keunggulan sorgum sebagai pakan ternak, 2) mengenalkan teknologi silase melalui teknik fermentasi, dan 3)  agar petani mendapat keuntungan ganda, yaitu mendapat pakan murah dan bermutu tinggi serta ada waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Borrell, A., E.V. Oosterom, G. Hammer, D. Jordan, and A. Douglas. 2006. The physiology of “stay-green” in sorghum. Hermitage Research Station, University of Quensland, Brisbande.

Hoeman, Soeranto. 2007. Peluang dan Potensi Pengembangan Sorgum Manis. Makalah pada workshop “Peluang dan Tantangan Sorgum Manis sebagai Bahan Baku Bioetanol”. Dirjen Perkebunan, Departemen Pertanian, Jakarta. 10 hal.

Mahalakshmi V. and F.R. Bidinger. 2002. Evaluation of stay-green sorghum germplasm lines at ICRISAT. Crop Sci. 42: 965-974.

House, L.R. 1985. A Guide to Sorghum Breeding. 2nd Ed. International Crops Research Institut for Semi-Arid Tropics (ICRISAT), Patancheru, India.

Orsenigo, M., G. Patrignani and N. Rascio. 1997. Ecophysiology of C3, C4, and CAM Plants. Dalam: Handbook of Photosynthesis. Mohammad Pessarakli (Editor). Marcel Dekker, Inc. New York. pp. 1-25

Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1985. Plant Physiology. Third Edition. Wadsworth Publishing Company, Belmont, California. 540p.

Published

2025-10-28

How to Cite

Pemanfaatan Sorgum sebagai Pakan Ternak dalam Bentuk Silase di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. (2025). Jurnal Ilmiah Abdimas Satu Nusa, 1(1), 33-36. https://journal.usn-lampung.ac.id/index.php/jiasn/article/view/27